Sabtu, 24 September 2011

Kado Untuk Ibu

45 tahun yang lalu tepat di tanggal ini (23 September), seorang wanita hebat lahir di dunia ini. Siapa sangka dari rahimmnya aku akhirnya dapat mengenal dunia ini. Memberiku satu kehidupan.
Dialah yang kita sebut dengan panggilan Mamak..Mama..Ibu..Bunda.. ato apalagi istilah lainnya
Sungguh suatu anugerah sampai sekarang aku masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu (yaa aku lebih suka mengucapnya dengan kata 'ibu'). 
Sama sekali tidak ada yg spesial di hari jadinya ini, bahkan perayaan kecil pun tidak. Tapi satu hal yg harus ibu tahu aku pasti akan selalu ingat hari ini. Bermodalkan panggilan telepon, aku mengucapkan selamat ulang tahun padamu. Dan dengan suara lembut khasmu itu kau mengucap 'makasih yaa,nang'.
Hanya itu.
Kalau tahun lalu aku masih bisa menyisihkan sedikit utk hadiah di ulangtahunmu, tapi tahun ini berbeda. Maafkan aku,bu. Kau tau keadaan kita lagi sulit, aku juga sudah tidak punya penghasilan sendiri lagi.
Maafkan aku..

Di hari ulangtahunmu..
Aku tau pasti disana tidak ada kue tart.
Berbeda jika kami yg berulangtahun, tak pernah sedikitpun kau lewatkan waktu utk membuat kue tart buatanmu sendiri di hari jadi kami masing-masing.
Tidak ada lilin.
Kue saja gak ada,apalagi lilin utk di tiup.
Tidak ada perayaan.
Beberapa kali kami pernah mengajakmu utk makan di luar, tapi kau selalu berkata 'ngapain, di rumahkan udah cukup.Kita makan sama2 dan berdoa udh cukup,kok.Uangnya bisa utk uang sekolah kalian'.

Itulah Ibu yg selalu mengutamakan kebahagiaan kita (keluarga dan anak-anaknya) diatas dirinya sendiri. Aku tau Ibu kalian juga begitu. Jika kita ingat, siapa yg paling sibuk jika kita yg berulang tahun?!
Yaa Ibu.. Dia ingin agar kita benar-benar merasa menjadi anak yg paling bahagia di hari jadi kita itu.
Masih sangat melekat diingatanku, Februari tahun lalu. Di hari jadiku.
Waktu itu,sepulang kuliah aku sudah mendapati Kau dan Bapak di rumah. Lengkap dengan kue tart buatanmu itu. Kita merayakannya di rumah opung,di sini. Kau memasak banyak sekali makanan enak, kau mengumpulkan semua keluarga kita. Uda Nuel, Uda Tamba, Uda Hengki, Op. Agus dan banyak.
Disitu aku sangat amat bersyukur memilikimu,bu. Sungguh.
(Akhirnya airmata yg ku tahan daritadi keluar juga hehe...)

Aku sama sekali gak bisa membayangkan jika kau sudah tak bisa ku jamah lagi,bu.  Membayangkannya saja sungguh membuatku takut. Kenapa aku takut?
Karena aku belum menepati janjiku utk membahagiakanmu. Anak seperti apa aku ini, kado ulangtahun saja tak bisa ku beri.
Ada yg bilang, orangtua itu ibarat lilin. Kita tidak tahu kapan  padamnya. Impianku adalah bisa  membuatmu menangis bahagia karena aku,bu. Dan ku harap itu terjadi, sebelum engkau dibawa Tuhan ke surga sana :)

Ibu, ku mohon mulai hari ini jangan biarkan dirimu bersedih terlalu lama.Aku sangat sakit melihatmu seperti itu. 
Ibu, ku mohon mulai hari ini berbagilah denganku apa yg menjadi gundahmu. Jgn simpan sendiri, krn aku juga sakit melihatmu begitu.
Ibu, ku mohon mulai hari ini jaga kesehatanmu. Jgn hanya memikirkan kami. Kami sudah dewasa utk mengetahui apa yg menjadi kebutuhan kami. Aku tau kau sudah tidak muda lagi,bu.
Ibu, ku mohon mulai hari ini tersenyumlah 2x lebih banyak. Kau tau senyummu itu obat bagi sakitku.


Terimakasih bu sudah memberiku kehidupan. Aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yg maha mulia ini.
Terimakasih atas segala pengorbananmu kepadaku sampai aku sebesar ini.
Terimakasih atas kasih sayangmu yg tak pernah putus-putusnya, bahkan ketika aku pernah melawan ucapanmu. Kau tau, kau mengajarkan nilai kasih yg sebenarnya kepadaku.
Terimakasih atas segala nasehat-nasehat yg kau beri, yg selalu menjadi pedoman hidupku.
Terimakasih atas segala doa yg kau ucap untukku.Kau tau seribu kata terimakasih pun tak kan cukup menggambarkan bahwa aku sangat bersyukur memiliki semua yg ada padamu,bu.

Maafkan atas segala airmata dan keringat yg kau cucurkan karena aku.
Maafkan atas segala tingkahku yg pernah menyakitimu.
Maafkan aku yg kadang berkata begitu kasarnya padamu.
Maafkan kalau kami sering mendiskriminasi tinggi badanmu. Hehe kau tau itu lelucon favorit  kami di rumah.
Maafkan bu..
Aku tau dengan satu kata maaf saja pun, kau dengan senang hati memaafkan seribu kesalahanku.

Selamat ulangtahun,ibuku. Ibu terhebat yg ada di dunia ini. Anugerah terindah yg pernah ku miliki.


                                                                               (Mungilnya tubuhmu,bu hehe..)


Udah,cukup...


sasa ♥









 














Tidak ada komentar:

Posting Komentar